Pengalaman Ikut Class Meeting Student Exchange (CMSE) Matrikulasi Batch 5

Hola, hola! It’s been awhile!

Beberapa hari ini rasanya mati gaya gara-gara Kelas Matrikulasi udah selesai (tinggal dag-dig-dug nunggu pengumuman kelulusan), hahaha. Untungnya, Tim Matrikulasi IIP Batch 5 ternyata udah nyiapin beberapa aktivitas baru buat kita. Salah satunya, kita diberi program di mana para peserta Matrikulasi bisa gabung dan berkesempatan buat menginspirasi teman-teman antarkelas. Namanya: Class Meeting Student Exchange (CMSE). Begitu tahu info ini, aku langsung super-excited dong.

Too bad, I had a problem.

Salah satu peraturan biar bisa ikut CMSE adalah aku harus punya gambaran social ventureΒ (SV) sendiri. FYI, di NHW kesembilan di mana SVΒ dibahas, aku clearly tulis di situ bahwa untuk saat ini aku belum punya ide terkait SV apa yang bisa aku buat. Lagipula aku anaknya nggak berjiwa wirausaha, jadi ya jujur agak susah buat bikin komitmen di sini.

Kelas Matrikulasi di IIP ini ada di hampir seluruh penjuru Indonesia, online dan offline. Di tiap-tiap kelas, hanya ada lima orang yang bisa berkesempatan buat ikut CMSE sekaligus menjadi perwakilan kelas.

Deep down inside, I didn’tΒ  want to miss this opportunity. Terlebih lagi, ada beberapa teman sekelas yang nyemangatin buat ikut. So hey, let’s just do it!Β 

Aku pun ngajuin diri. Qadarullah, aku dapat slot padahal sebelumnya udah ada lengkap lima kandidat (salah satu temen ada yang baru ngeh kalo namanya tercantum di list padahal sebelumnya ngga ngerasa ngajuin diri πŸ˜…).Β Fortune favors the bold, indeed!

Aku pun mulai banyak merenung. What am I capable of? What am I good at? What are my passions? What can I share?Β Where can I ask for help if I do need one? Dan pertanyaan-pertanyaan 5W-1H lainnya.

Sampai kemudian aku inget momen ketika aku dan Abi ngobrolin ide buat bikin English Day di rumah. Obrolan ringan ini lumayan merembet ke mana-mana. Kita jadi bahas banyak hal, salah satunya tentang beberapa English course yang kita tahu beserta program-programnya.

Pop! A light bulb came on over my head.Β Kenapa aku nggak bikin English Club aja? I’ve got quite enough experience for this. Okelah. Bismillah, cus eksekusi. 😈

Proses bikin profil SV ini terbilang lancar. Yang bikin riweuh malah waktu milih-milih template flyer di Canva. πŸ˜‚

Yak. Pendahuluannya udah cukup. Langsung aku display aja ya semua flyer yang aku udah bikin.

Aku memberanikan diri buat bercita-cita mendirikan satu Rumah Belajar baru di IIP Tangerang Selatan, yaitu sebuah English Club.

Kenapa harus dalam bentuk Rumbel? Karena aku merasa bakal butuh banyak bantuan. Satu-satunya tempat di mana aku punya banyak teman yang tinggal di dekat sini dan tentu saja yang bisa ‘nyambung’ ya di IIP ini. IIP juga sangat ramah ibu dan anak, ini yang paling penting buat aku.

Alhamdulilah, ide tentang Rumbel English Club ini disambut baik sama yang punya IP Tangsel: Mba Adit Marwa. Pengennya sih nanti aku mau ngobrol-ngobrol lebih banyak tentang ini. Tapi masih nanti, tunggu pengumuman dulu, lulus Matrikulasi apa enggak. πŸ˜‚

Ehm. Back to topic. Akhirnyaaa, setelah semuanya udah siap, aku dan empat teman lainnya pun dapat jadwal buat ‘manggung’. Kita dikirim ke salah satu kelas Matrikulasi lain dan di sana kita harus jawab pertanyaan dari para matrikan selama 30 menit penuh. Sukses nggaknya presentasi ini bisa dibilang bergantung sama dua hal: antusiasme para matrikan di kelas tujuan dan pemahaman kita terhadap SV kita sendiri. Kalo yang pertama tercapai, pasti nantinya seru karena kelasnya jadi ‘hidup’. Kalo yang kedua tercapai, kita jadi lebih maksimal dalam jawabin pertanyaan. Lebih all out, begitu.

Awalnya aku kebagian berkunjung (secara online) ke Kelas MIIP Bandung. Tapi karena ada beberapa perubahan teknis, aku jadi pindah ke MIIP Sulawesi 2. FYI, aku mewakili MIIP Tangsel 1.

Akhirnya, hari Selasa tanggal 3 April kemarin aku presentasi. Alhamdulillah, nggak nyangka kalo antusiasme para matrikan di sana besar sekali. Ini pertama kalinya lho aku ngetik nonstop selama 30 menit penuh jawabin pertanyaan satu-satu. That was definitely the fastest 30 minutes in my life!Β πŸ˜‚ Ada yang punya ide mirip-mirip SV-ku dan minta tips-tips terkait idenya itu, ada yang nanya gimana cara cepat belajar bahasa Inggris, ada yang curhat suka malu kalo bikin status berbahasa Inggris di medsos, dan lain sebagainya.

Overall, I was really happy. Hopefully, kalau nanti ada peserta Program Matrikulasi Batch 6 yang baca postingan ini dan ragu-ragu mau ikut CMSE apa nggak, please don’t be! Ikut aja! Grab the chance while it lasts. As long as you stay confident, I guess the rest will follow.

Palingan PR-nya ini sih, merealisasikan SV yang udah dibuat. The most challenging part indeed. πŸ’ͺ

P.S.: Pulang dari Kelas Sulawesi 2, aku dapat sertifikat juga loh. Syenenggg~

P.P.S.: Aku cantumin transkrip chat waktu aku ke Kelas Sulawesi 2 yah.


[4/3, 8:06 PM] IIP Hadijah (Sulawesi 2): Baiklah bunda sekalian jika ada yang ingin ditanyakan kepada beliau silahkan πŸ™‹β€β™€

[4/3, 8:08 PM] β€ͺ+62 853-9334-xxxx: ❓saya bund
Bagaimana memulai english fun club..?ini salah satu cita-cita suami saya

[4/3, 8:09 PM] β€ͺ+62 853-9334-xxxx: Mungkin bunda bisa berbagi tips, krn kami sdh memiliki konsep hanya sj mengeksekusinya masih bingung

[4/3, 8:11 PM] Yossie Arisandy: Halo Bun Eva. Suaminya dulu majornya Bahasa Inggris juga kah? Saya pun sebetulnya masih butuh banyak belajar. Hanya saja saya dulu sejak SMP beberapa kali ikut Club di sekolah dan bahkan di tempat kerja. Kalau memulai, yang jelas dibutuhkan adalah peserta. Nah, kalau sudah kelihatan ini pesertanya tipenya kaya gimana ya, lebih suka gaya belajar seperti apa ya, baru nanti saya yang menyesuaikan metodenya yang cocok seperti apa.

[4/3, 8:12 PM] β€ͺ+62 853-9334-xxxx: ❓kedua saya
Untuk social venture point berfikir sistematis..terkait isu sosial I haven’t got the point bund πŸ˜ŠπŸ™πŸΌ..could u explain to me?

[4/3, 8:14 PM] β€ͺ+62 853-9334-xxxx: Hallo bunda sayang..suami saya bagroundnya sastra arab..tp beliau lebih tertarik dgn bhs inggris..jd nya skrng alhamdulillah dah hampir 10 thun ngajar bhs inggris di sebuah institusi swasta. Thanks jawabannya bund..berarti dlm menetapkan kelompok peserta disesuaikan dgn gaya belajarnya ya bund

[4/3, 8:15 PM] IIP Hadijah (Sulawesi 2): πŸ™‹β€β™€bagaimana cara yang paling efektif untuk lulus tes ielts atau toefl bunda?

[4/3, 8:16 PM] β€ͺ+62 853-9334-xxxx: Up bund πŸ˜…..sy tes ketiga kalinya baru lulus itupun krn di genjot sm pak suami.😁😁😁

[4/3, 8:17 PM] IIP Hadijah (Sulawesi 2): Masya Allah 😍😍😍 Mendingan bun, daripada saya belum lulus lulus πŸ™ˆ

[4/3, 8:17 PM] Yossie Arisandy: Nah, untuk isu sosial saya ada dua.Β Pertama, kurangnya wadah dan lingkungan bagi para ibu untuk belajar Bahasa Inggris, padahal di era seperti sekarang saya rasa kemampuan ini cukup penting.Β Siapa di sini yang kalo ada temennya ngomong bahasa Inggris agak panjang malah diledekin? Hehehe.

[4/3, 8:19 PM] β€ͺ+62 853-9334-xxxx: Ini programnya sangat luar biasa bund…🌸🌸🌸 Untuk kriteria ibu yg di mksd dilihat dr segi usia atau minat sj bund..krn kalau dilingkungan sy ini merupakan momok bagi sebagian ibu ibu…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

[4/3, 8:19 PM] Yossie Arisandy: Kedua, saya ingin membantu mengubah mindset para ibu.Β Ada yang tau metode Konmari? Dengan mempelajari Konmari, kita todak hanya belajar ttg seni beberes. Secara tidak langsung kita juga belajar mengubah mindset tentang banyak hal dan bahkan menterapi gangguan psikologis.Β Mekanisme SV saya juga seperti itu. Berdasarkan pengalaman saya, dengan belajar bahasa Inggris aktif, saya merasa lebih percaya diri dan bisa berpikir dengan lebih logis dan runut.

[4/3, 8:19 PM] β€ͺ+62 852-5510-xxxx: Keren ide sosialnya bunda 😍😍

[4/3, 8:20 PM] Yossie Arisandy: Terutama di era sekarang yang sedikit-sedikit ‘sebarkan agar bermanfaat’ padahal seringkali kita tidak tahu betul sumber informasinya. *uhuk 🀭

[4/3, 8:20 PM] β€ͺ+62 852-5510-xxxx: Saya kalau mau diskusi rahasia dengan suami didepan anak2 suka ngomong pake bahasa inggris, biar tidak ketahuan lagi ngomongin apa bund 🀭

[4/3, 8:20 PM] IIP Hadijah (Sulawesi 2): Berbinar-binar😍😍😍

[4/3, 8:21 PM] Yossie Arisandy: Iya Bun. Gambaran saya seperti itu. Disesuaikan dengan audiensnya. πŸ˜„

[4/3, 8:22 PM] β€ͺ+62 853-9334-xxxx: Ya bund..sy ikut seminar konmari pekan lalu 😊😊😊 Hebat loh bund..bisa mengaitkan metode konmari dgn belajar bhs inggris.. Mohon dijelaskan bund..benang merahnya seperti apa.. Krn mindset sy masih terperangkap bahwa konmari hanya seni beberes ..just it 😬

[4/3, 8:23 PM] Yossie Arisandy: Banyak-banyak praktik Bun. Grammar itu bisa menyusul.Β Saya dulu awalnya Grammar juga acakadut. Tapi saya suka ngomong. Suka nyanyi. Suka liat film (subtitle diset bahasa Inggris). Lama-lama grammar juga lancar sendiri, alhamdulillah.

[4/3, 8:23 PM] β€ͺ+62 852-5510-xxxx: Kadang kalau mau buat status pakai bahasa inggris diurungkan bund, takut salah sih #nyadar diri bund 😁

[4/3, 8:24 PM] Yossie Arisandy: Nah. Kebetulan karena keterbatasan saya, saya baru bisa menuangkan ini dalam bentuk Rumbel, itu pun di IIP Tangsel saja.Β Kalau jam terbang sudah tinggi, semoga nanti bisa juga bikin event untuk nonmember. Mohon doanya yaa.

[4/3, 8:24 PM] β€ͺ+62 853-9334-xxxx: Sama bunda..πŸ˜…πŸ˜……bahkan sy request ke suami..kalau memang mau marahin sy atau lg kesel pakai bhs inggris aja..jd sambil belajar..πŸ˜†

[4/3, 8:25 PM] β€ͺ+62 853-9334-xxxx: Betul pakai banget..ini juga tips dr suami..jd kalau nonton film katanya jgn subtitle INA but English..😁

[4/3, 8:26 PM] β€ͺ+62 853-9334-xxxx: Insyaallah bund..setiap niat baik akan dibukakan jalan oleh Allah..😊😊

[4/3, 8:26 PM] β€ͺ+62 852-5510-xxxx: Aamiin insyaAllah bunda impiannya terwujud 😍😍

[4/3, 8:27 PM] Yossie Arisandy: Leh uga nih bun. Hahaha. Anak saya baru 2 taun, sekarang mulai nyanyi2 bahasa random ngikutin mamaknya πŸ˜†

[4/3, 8:28 PM] Yossie Arisandy: Kebetulan saya ikut kelas Intensif Konmari Indonesia Bun. Di situ dibahas lebih mendalam. Misal: siapa yg suka laper mata liat barang dan ujung2nya beli tapi nggak dipake dan malah numpuk? Itu sebetulnya ada latar belakang psikologisnya lho Bun.

[4/3, 8:30 PM] Yossie Arisandy: Jangan takut salah Bun. Pede ajaaa. Ini makanya harus ada partner berbahasa Inggris nih. Tapi harus diimbangi dengan jangan takut diberi masukan juga yaa. πŸ˜‰

[4/3, 8:30 PM] Yossie Arisandy: Betuuul. Belajar listening plus grammar juga jadinya.

[4/3, 8:31 PM] IIP Hadijah (Sulawesi 2): Daaaan waktulah yang membatasi kita malam ini

[4/3, 8:31 PM] Yossie Arisandy: Aammiiinnn… terima kasih doanya bunda-bundaa ❀❀❀

[4/3, 8:31 PM] IIP Hadijah (Sulawesi 2): Terimakasih bunda yossie, social venture super duper

[4/3, 8:32 PM] Yossie Arisandy: Wah 30 menit bisa secepat ini ya. πŸ˜†

[4/3, 8:32 PM] IIP Hadijah (Sulawesi 2): Berikut adalah tanda terimakasih kami, untuk bunda yossie πŸ™

[4/3, 8:34 PM] Yossie Arisandy: Terima kasih juga yaa atas antusiasme yang luar biasa dari Bunda-bunda semuanya. Semoga kita selalu bisa saling menginspirasi yaa. Maafkan kalau tadi ada salah ucap, eh, salah ketik. Hihihi.

[4/3, 8:35 PM] IIP Hadijah (Sulawesi 2): Alhamdulillah kami juga sangat berterima kasih atas kehadiran bunda

[4/3, 8:36 PM] IIP Hadijah (Sulawesi 2): Baiklah bunda sekalian, saya berkenaan mengantarkan bunda @Yossie Arisandy kembali ke tangsel😊

[4/3, 8:36 PM] IIP Hadijah (Sulawesi 2): Assalamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Kenang-kenangan dari Fasil Kelas Matrikulasi Batch 5 Tangsel 1

Hari ini, keluarga besar Program Matrikulasi Batch 5 Tangsel akhirnya bisa saling bertatap muka untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu ‘hanya’ bercengkerama melalui platform WAG. Dengan kata lain, finally kita bisa kopdar! Yayayayyy~ 🀩

Alhamdulillah, acara tadi pagi berjalan lancar. Hujan yang ditakutkan akan turun, ternyata lebih memilih untuk tidak menampakkan diri. Dari seluruh rangkaian kegiatan kopdar, pengalaman yang paling mengena di hati justru saat sesi makan-makan. Bukan, saya tidak nambah pesanan makan seperti teman-teman lain yang terlihat kalap melihat makanan milik teman lain yang duduk di kanan-kiri. Ketika saya sedang khusyuk menikmati semangkuk soto, tiba-tiba Bu Fasil (dengan senyuman khasnya) muncul dari samping. Tanpa pendahuluan apapun, saya disodori sebuah ‘kado’ (yang dibungkus dengan rapi sekali) sebagai bentuk apresiasi karena kemarin saya sempat menjadi salah satu Koordinator Mingguan di KelasΒ  Matrikulasi.

I know, right? She’s just too kind.. and too sweet! I should have been the one who gave her some memorable present. Huhuhu.

Begitu sampai di rumah, saya pun langsung buru-buru membuka kadonya. Jeng jeng jeng! Ternyata isinya buku ini!

Definitely love at first sight! Jadi, ini adalah buku yang dilahirkan oleh Rumah Belajar Menulis IIP Banten. Buku ini berisi kumpulan beberapa cerita, bahkan Si Paksu pun langsung minta pinjam dan langsung dia baca saat itu juga. 🀣

Dear Mba Irma, I sincerely want toΒ thank you sooo very much for giving me this. Mba Irma ini tahu betul kalau saya suka menulis, dan buku ini adalah pemberian yang sempurna. Buku ini berhasil membuat saya terlecut untuk terus bisa bersemangat dan konsisten menulis, because yes, writing is indeed my best therapy.

Semoga suatu hari nanti saya juga bisa berkontribusi dalam pembuatan buku seperti ini juga, yaa. Aamiinn. *fingers crossed*